PILEK ATAU ALERGI?

images (1)

“Duh setiap pagi selalu bersin-bersin dan keluar ingus, tapi kenapa pileknya cuma pagi aja ya?” Beberapa orang sering mengalami pilek secara rutin pada waktu tertentu. Minum obat flu pun percuma, karena akan timbul lagi. Benarkah itu pilek karena virus? Atau alergi?


Memiliki gejala hidung tersumbat, bersin dan pilek umumnya dikaitkan dengan infeksi flu. Namun, ternyata gejala tersebut juga bisa merupakan reaksi alergi.
Pilek adalah infeksi yang disebabkan oleh virus. Alergi adalah reaksi dari sistem kekebalan tubuh terhadap allergen seperti serbuk sari, bulu hewan peliharaan atau cuaca. Kedua kondisi yang berbeda tersebut dapat menyebabkan gejala yang sama. Mengetahui penyebabnya dapat membantu untuk menentukan terapi pengobatan yang akan dilakukan.

images

Kapan Disebabkan Oleh Pilek?
Pilek umumnya disebabkan oleh virus. Banyak jenis virus yang dapat menyebabkan pilek. Berikut beberapa gejala terjadinya pilek:

  • Timbul batuk
  • Bersin
  • Sakit tenggorokan
  • Hidung tersumbat
  • Sakit kepala dan demam
  • Nyeri pada tubuh
  • Tubuh terasa lemas
  • Bentuk ingus kental dan berwarna kuning atau hijau

Pemulihan flu biasanya berdurasi antara 7 hingga 10 hari. Jika gejala yang dirasakan berlangsung lebih dari dua minggu maka kemungkinan virus menimbulkan infeksi yang lebih serius seperti sinus, pneumonia, atau bronchitis.

Kapan Disebabkan Oleh Alergi?
Alergi terjadi ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi negative terhadap zat-zat tertentu. Saat tubuh terpapar oleh pemicun alergi (allergen) maka sistem kekebalan akan melepaskan zat kimia yang disebut histamine. Histaminlah yang menyebabkan timbulnya gejala alergi. Berikut beberapa gejala alergi:

  • Bersin
  • Batuk
  • Sakit tenggorokan
  • Hidung tersumbat
  • Keluar ingus
  • Mata berair
  • Bentuk ingus cair dan tidak berwarna

Alergi juga dapat menyebabkan timbulnya ruam dan gatal pada mata. Pada pilek, gejala tersebut tidak muncul.

Bagaimana Cara Mengatasi Alergi?
Satu-satunya cara yang paling efektif adalah dengan menghindari allergen. Jika pemicu tidak dapat dihindari, maka berkonsultasilah dengan dokter agar diberikan obat untuk meredakan gejala. Dokter umumnya akan memberika obat golongan antihistamin, dekongestan (mengurangi keluarnya ingus), kortikosteroid dan obat tetes mata (untuk mengurangi gatal dan mata berair).

Jika tetap tidak dapat menentukan penyebab dari gejala yang dialami. Maka berkonsultasilah dengan dokter, agar dapat dilakukan pemeriksaan yang teliti dan terapi pengobatan yang tepat.